Hasil Kongres PGRI: Dr. Sulistiyo M.Pd kembali terpilih sebagai Ketum PGRI Periode 2013-2018

Dr Sulistiyo MPd_Bioners, 09/07/2013- Pelaksanaan Kongres PGRI ke-21 di Istora Senayan akhirnya resmi ditutup pada tanggal 5 Juli 2013. Kongres yang berlangsung sejak tanggal 1 hingga 5 Juli 2013 ini, dihadiri sekitar 8.000 guru yang datang dari kabupaten dan kota di 33 provinsi di Tanah Air. Adapun tema Kongres PGRI tahun ini adalah “Peran Strategis PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru Indonesia dalam Mewujudkan Guru yang Bermartabat Menuju Pendidikan Bermutu.”

Apa saja Hasil dari Kongres PGRI Tahun ini?

Salah satu agenda penting Kongres PGRI XXI dan Guru Indonesia 2013 yaitu pemilihan jajaran pengurus besar PGRI untuk periode 2013-2018 dimana salah satu keputusannya adalah terpilihnya kembali bapak Dr. Sulistiyo, M.Pd. Menjadi Ketua Umum PGRI periode 2013-2018, melalui pemilihan secara aklamasi.

Selain itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak perombakan total desain dan kebijakan pendidikan nasional. Pasalnya, selama ini pendidikan nasional dinilai telah bergerak tanpa arah, dan kadang dikendalikan pihak-pihak tidak bertanggung jawab dengan kapabilitas tidak memadai. Keadaan itu memunculkan anomali yang tidak diharapkan.

“Keputusan itu diambil pada penutupan kongres. PGRI menilai banyak yang harus diubah dalam kebijakan pendidikan nasional saat ini,” kata Sulistiyo. Kamis (4/7).

Untuk mengembalikan pendidikan pada arah yang benar, PGRI mendesak agar sejumlah kebijakan pemerintah saat ini dikaji ulang. Terkait pendidikan nasional. Kongres meminta agar ujian nasional (UN) dievaluasi kembali, dan merumuskan model evaluasi dalam rangka pengendalian mutu seperti yang diamanatkan UU Sisdiknas.

Sulistiyo mengatakan, salah satu substansi yang menjadi pembahasan kuat adalah mengembalikan pendidikan menjadi urusan pusat atau provinsi, terutama menyangkut guru. Otonomi daerah menyebabkan distribusi guru terhambat.

Untuk itu, UU Sisdiknas dan UU Otonomi Daerah perlu direvisi, karena dalam UUD 1945 Pasal 31 Ayat (4) menyatakan, negara membentuk satu sistem pendidikan nasional dan pendidikan merupakan alat pemersatu bangsa.

Menurutnya, otonomi guru kerap disalahgunakan. Banyak perlakuan aparat di daerah yang melakukan pergantian dan mutasi terhadap guru pasca-pemilukada yang bernuansa politis. Selain itu, kongres PGRI juga menyatakan pemerintah bertanggung jawab meningkatkan mutu guru melalui pendidikan dan pelatihan. Pelatihan guru jangan dilakukan hanya sesaat demi kepentingan Kurikulum 2013.

Terkait tunjangan profesi, pemerintah dinilai belum menunjukkan komitmen kuat untuk melakukan pembenahan. Faktanya, pembayaran tunjangan profesi guru lebih sering terlambat dan tidak merata.

Selain beberapa hasil kongres di atas, berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah seorang peserta kongres yang dimintai keterangannya yang dalam hal ini Bapak Muslimin peserta dari Propinsi Sulawesi Selatan, bahwa pada Kongres tersebut, juga diusulkan beberapa hasil diskusi sebagai tuntutan yang langsung disampaikan kepada Pihak Pemerintah untuk dikaji lebih lanjut diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pengusulan pembayaran tunjangan sertifikasi guru dicairkan bersamaan dengan gaji tiap bulannya,
  2. Peningkatan penghasilan guru honorer (GTT dan PTT) didasrakan pada aturan Upah Minimal yang ditetapkan pemerintah dan pembayarannya melibatkan APBN,
  3. Pengembangan kualitas dan kuatitas kompetensi guru khususnya guru Sekolah Dasar dengan pengadaan Sekolah Pendidikan Guru di daerah-daerah.PGRI-JAKARTA-030713-Widodo-S.-Jusuf-SOLOPOS

Menurut Muslimin, terkait dengan berbagai tuntutan yang menjadi usulan kongres PGRI kepada pihak pemerintah, Presiden SBY langsung merespon dengan menugaskan kepada menteri yang hadir pada acara kongres PGRI ini, diantaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, serta jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II lainnya untuk membahas lebih lanjut tuntutan tersebut selambat-lambatnya 1 minggu dari hari itu. Seperti yang diungkapkan Bapak presiden dalam penyampaiannya, secara langsung memerintahkan para menteri yang hadir untuk menggelar pertemuan dalam tempo yang tidak terlalu lama bersama para Gubernur serta jajaran yang terkait lainnya untuk membicarakan tuntutan tersebut.

Mudah-mudahan saja tuntutan PGRI tersebut mendapat respon positif dari pemerintah yah. Amin.

Dalam acara tersebut, PGRI sekaligus memberikan penghargaan kepada Presiden SBY. PGRI berharap agar Presiden mengabulkan segala tuntutan guru jelang masa purnabaktinya.

Demikian Informasi Bioners kali ini, mudah-mudahan informasinya sesuai fakta yang berlangsung selama kongres dilaksanakan. Semoga Bermanfaat.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s