Model Investigation Playing

Oleh Budiman, S.Pd (Guru SMP Negeri 1 Tellu LimpoE Kab. Sidrap)

           Pembelajaran model bermain Investigasi atau Investigation Playing pada awalnya dikembangkan untuk tujuan menarik lebih banyak minat dan aktifitas berpikir dan bekerja peserta didik dalam belajar. Selain itu juga sekaligus berupaya menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan untuk dilakukan oleh peserta didik karena model pembelajaran ini dirancang dengan melibatkan peserta didik melakonkan peran layaknya seorang penyelidik atau pencari fakta.

Berasal dari arti kata Investigation yaitu kegiatan penyelidikan; pengusutan; pencatatan data atau fakta, model pembelajaran Investigation Playing didesain sedemikian rupa sehingga sebahagian besar kegiatannya dilakukan dan didasarkan pada pola-pola kegiatan penyelidikan atau pengusutan data seputar fenomena lingkungan yang dapat langsung diamati oleh peserta didik, yang selanjutnya menjadi kegiatan atau bahan ajar awal yang akan mengalir dan mengalami pengembangan pada kegiatan-kegiatan belajar selanjutnya khususnya pada satu Kompetensi Dasar atau satu indikator tertentu. Hal ini sekaligus mengartikan bahwa salah satu karakteristik materi yang diarahkan mengadopsi jenis model pembelajaran ini adalah materi-materi yang memiliki hirarki atau runtutan materi yang relatif panjang dan berkesinambungan. Dengan demikian, diharapkan melalui model pembelajaran Investigation Playing inidapat sekaligus  mengurangi kejenuhan peserta didik mempelajari objek materi yang panjang atau berulang.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan model ini tidaklah serumit dengan kegiatan investigasi yang biasa dilakukan oleh institusi-institusi besar seperti kepolisian atau lembaga penelitian. Akan tetapi hanya melibatkan kegiatan pengamatan sederhana namun memerlukan sedikit ketelitian peserta didik sehingga data yang ditemukan dapat mengangkat seluruh materi dari fenomena yang dijadikan sebagai objek penyelidikan.  Adapun Salah satu contoh materi yang menerapkan model pembelajaran ini adalah pembelajaran materi Sistem Gerak pada mata pelajaran IPA terpadu kelas VIII.

Langkah awal yang dilakukan dalam merencanakan pembelajaran model ini adalah mengidentifikasi hubungan antara indikator yang saling terkait atau  berhirarki dalam KD yang akan dipelajari.  Pada materi sistem gerak, diidentifikasi terdapat beberapa indikator atau tujuan pembelajaran  yang memiliki hirarkisme bahan ajar yang saling terkait. Dalam hal ini, Indikator yang dimaksudkan adalah indikator tentang pengenalan tulang penyusun rangka tubuh manusia berdasarkan bentuknya, jumlahnya dan letaknya dengan indikator pengenalan persendian pada manusia. Asumsi yang muncul selanjutnya adalah pengenalan jenis tulang lebih awal diajarkan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan persendian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s